Dari tempatku berdiri...
kutatap samudra...sama seperti saat aku menatapnya denganmu
dari tempat aku menatap..................
riak ombaknya sampai ketelingaku...menyanyikan senandung rindu tentang hari bersamamu
dari sini
ada ruang rindu yang tak pernah terobati....
temaram sinar malam seolah malu melhatku yang kesendirian
tak ada siapapun... tak ada kau ...tak ada apapun
hampa...
sehampa harapan akan kebersamaan denganmu
dari tempat aku berdiri...
terlihat jelas bayanganmu..............aneh.........mengapa ada bayangmu
bukankah kau telah kuenyahkan tuk menjauh dari sisi hidupku..
mengapa masih bisa terbayang senyummu..hangat tatapmu..
dari tempat aku menatap...
masih nyata saat kau merengkuh aku dalam hangatnya tatapmu
menyiratkan bahwa akulah yang terbaik dihidupmu
dari sini
aku sadar..semua hanya bayangan semu dari fatamorgana asaku
yang tak ingin terbuang begitu saja tanpa harus tersakiti
tapi tak mungkin..
semua tak kuinginkan lagi..
aku tak ingin terus dalam kukungan kesakitan yang kau berikan
tak ingin..tak mau..tak hendak.....................
akan kuakhiri semua hal yang membuatku sakit
termasuk asa ku bersamamu
dari tempatku berdiri...
kuyakinkan tekadku tuk kuat mengenyahkan engkau dari tempatku berdiri...
Senin, 01 Agustus 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
PAMIT
Tersaruk kaki kejar langkahmu,
lemah,lelah jiwa ikuti jejakmu,
jalan terjal,
gelap,pekat tiada lentera,
ke mana arah langkahmu?
kukejar,kuteriakkan,kupanggil,
kulambai tangan,
tak jua kau tengok,
dan semua sia sia,
kau tetap melangkah di dpn sana,
lalu aku pulang,
pondok kecil persahabatan kita,
kukemas barang,
lalu kau datang,
lemah,lelah jiwa ikuti jejakmu,
jalan terjal,
gelap,pekat tiada lentera,
ke mana arah langkahmu?
kukejar,kuteriakkan,kupanggil,
kulambai tangan,
tak jua kau tengok,
dan semua sia sia,
kau tetap melangkah di dpn sana,
lalu aku pulang,
pondok kecil persahabatan kita,
kukemas barang,
lalu kau datang,
ijinkan aku utk undur diri,kawan....
KAPANKAH DIRI INI BERUBAH
menyaksikan nyata kelopak bunga
membuka mata menghirup udara
mewarna cerah membagi aroma
semerbak membahana ke sekitarnya
tertiup sang angin lembut meliput serta
ada getaran halus lembut menusuk raga
menyentakkan dada mengobarkan rasa
kapan diri ini berubah mengikuti kelopak bunga indah mempesona
kapan diri ini sadari segala perilaku berubah beraroma
kapan diri ini tertunduk merenungi getah getah melekati jiwa
kapankah?
membuka mata menghirup udara
mewarna cerah membagi aroma
semerbak membahana ke sekitarnya
tertiup sang angin lembut meliput serta
ada getaran halus lembut menusuk raga
menyentakkan dada mengobarkan rasa
kapan diri ini berubah mengikuti kelopak bunga indah mempesona
kapan diri ini sadari segala perilaku berubah beraroma
kapan diri ini insafi dosa menumpuk bagai gunungan sampah kota
kapan diri ini tertunduk merenungi getah getah melekati jiwa
kapankah?
RINDUKU
indah,merdu dan mendayu,
kutunggu dan kutunggu,
sampai hilang waktuku...
resah merayap merasuk kalbu,
haru biru rindukdu padamu,
angan bertebaran dari waktu ke waktu,
namun bayangmu hanya semu...
jenuh,bosan,kusimpan angan,
dan akhirnya hilang,
larut bersama abu,
yang terbawa air hujan..
Langganan:
Postingan (Atom)