Sabtu, 09 Juli 2011

PAMIT

Tersaruk kaki kejar langkahmu,
lemah,lelah jiwa ikuti jejakmu,
jalan terjal,
gelap,pekat tiada lentera,
ke mana arah langkahmu?

kukejar,kuteriakkan,kupanggil,
kulambai tangan,
tak jua kau tengok,
dan semua sia sia,
kau tetap melangkah di dpn sana,

lalu aku pulang,
pondok kecil persahabatan kita,
kukemas barang,
lalu kau datang,
ijinkan aku utk undur diri,kawan....

KAPANKAH DIRI INI BERUBAH

menyaksikan nyata kelopak bunga

membuka mata menghirup udara

mewarna cerah membagi aroma

semerbak membahana ke sekitarnya

tertiup sang angin lembut meliput serta



ada getaran halus lembut menusuk raga

menyentakkan dada mengobarkan rasa

kapan diri ini berubah mengikuti kelopak bunga indah mempesona

kapan diri ini sadari segala perilaku berubah beraroma

kapan diri ini insafi dosa menumpuk bagai gunungan sampah kota

kapan diri ini tertunduk merenungi getah getah melekati jiwa



kapankah?

RINDUKU


Denting piano itu,
indah,merdu dan mendayu,
kutunggu dan kutunggu,
sampai hilang waktuku...

resah merayap merasuk kalbu,
haru biru rindukdu padamu,
angan bertebaran dari waktu ke waktu,
namun bayangmu hanya semu...

jenuh,bosan,kusimpan angan,
dan akhirnya hilang,
larut bersama abu,
yang terbawa air hujan..